PENTINGNYA, FAKTOR, BENTUK DAN ANALISIS KEKURANGAN SERTA KELEBIHAN ORGANISASI KURIKULUM

Kata Pengantar

            Puji syukur Alhamdulillah kami haturkan karena dengan kerja keras dan kerja cerdas serta rahmat Allah kami akhirnya bisa menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah berjudul B.Organisasi Kurikulum ini disusun untuk memperjelas pada pembahasan fungsi fungsi manajemen kurikulum yang mana nantinya untuk memahaminya, Organisasi Kurikulum ini harus diintegrasikan dengan bagian fungsi fungsi manajemen kurikulum yang lain.

Dalam proses pembuatan makalah ini kami mengucapkan terimakasih untuk:

  1. dosen pembimbing mata kuliah manajemen kurikulum:

a. Dr. Sulasminten

b. Dr. Karwanto, S.Ag.,M.Pd

2. sumber referensi (pustaka) yang menjadi rujukan untuk memudahkan kami dalam memahami.

Saran, kritik dari pembaca sangat membangun dalam evaluasi pembuatan makalah agar nantinya kami dapat menyajikan yang lebih baik lagi baik dari segi isi dan tampilan untuk mekalah selanjutnya. Karena bagaimanapun kami menyadari tak ada manusia yang sempurna, nihil dari kesalahan. Oleh karena itu apabila terdapat kesalahan dalam penyajian baik dari segi isi ataupun tampilan kami mohon maaf dan semoga menjadi tahapan dari proses belajar kami.

Terimakasih

Surabaya, 10 Maret 2013

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

-Ideal:

Kurikulum lebih luas daripada sekedar rencana pembelajaran, tetapi meliputi segala pengalaman atau proses belajar siswa yang direncanakan dan dilaksanakan dibawah bimbingan lembaga pendidikan. Suatu kurikulum harus memuat pernyataan tujuan, menunjukkan pemilihan dan pengorganisasian bahan pelajaran serta rancangan penilaian hasil belajar (Hilda Taba, 1962). Bahkan kurikulum harus merupakan bahan pelajaran atau mata pelajaran yang dipelajari siswa, program pembelajaran, hasil pembelajaran yang diharapkan, reproduksi kebudayaan, tugas dan konsep yang mempunyai ciri-ciri tersendiri, agenda untuk rekontruksi sosial, serta memberikan bekal untuk kecakapan hidup (Schubert, 1986).

Salah satu aspek yang perlu dipahami dalam pengembangan kurikulum adalah aspek yang berkaitan dengan organisasi kurikulum. Organisasi kurikulum merupakan pola atau desain bahan kurikulum yang tujuannya untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.

-Realitas

Di lapangan, sebagai calon seorang manager pendidikan yang nantinya berpeluang akan berkecimpung dalam bidang manajemenisasi kurikulum sekolah belum memiliki pengetahuan akan gambaran bagaimana mengorganisasi kurikulum yang baik. Karena organisasi kurikulum yang akan memudahkan bagaimana langkah langkah yang akan dilakukan oleh pengajar/pendidik dan siswa dalam mencapai tujuan dari pendidikan serta tujuan kurikulum itu sendiri. Tanpa itu akan merasa kesulitan dalam aplikasi kepengajarannya. Sedangkan dalam epistimologinya organisasi kurikulum sendiri memiliki bentuk bentuk kurikulum yang berbagai macam yang mana masing masing macamnya memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu apabila diterapkan yang ini memengaruhi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. Artinya pencapaian tujuan pendidikan sangat ditentukan tepat tidaknya seorang ahli pendidikan dalam memilih bentuk bentuk organisasi kurikulum yang ada. Jika salah bentuk organisasi kurikulum yang dipilih, pasti pula tujuan pendidikan/kepengajaran pasti gagal, begitupun sebaliknya jika tepat dalam memilih bentuk organisasi kurikulum maka tujuan pendidikan berpeluang besar sukses. Sehingga karena seorang manager pendidikan juga nantinya akan menjadi ahli pendidikan maka harus memiliki pengetahuan dan pemahaman apa saja faktor faktor yang melingkupi organisasi kurikulum, bentuk bentuk kurikulum ditinjau dari organisasi kurikulum ada dua yakni kurikulum berdasarkan mata pelajaran dan terpadu yang masing masing itu memiliki bentuk bentuk dan bagian bagian lagi, apakah bentuk bentuknya dan bagian bagiannya tersebut serta kelebihan dan kekurangan bentuk kurikulum itu jika diterapkan.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana bentuk bentuk kurikulum berdasarkan mata pelajaran?
  2. Bagaimana analisa kelebihan dan kekurangan bentuk bentuk kurikulum tersebut apabila diterapkan?
  3. Bagaimana bagian bagian dari kurikulum terpadu?

 

1.3  Tujuan

  1. Untuk menunjukkan bentuk bentuk kurikulum berdasarkan mata pelajaran
  2. Untuk menunjukkan analisa kelebihan dan kekurangan bentuk bentuk kurikulum tersebut apabila diterapkan
  3. Menunjukkan bagian bagian kurikulum yang ada dalam bentuk kurikulum terpadu.

BAB 2

PEMBAHASAN

 

B. Organisasi Kurikulum

Ada beberapa faktor yang melingkupi/ faktor yang harus dipertimbangkan dalam organisasi kurikulum, antara lain :

  1. Ruang lingkup (scope) dan urutan bahan pelajaran. Lingkup materi organisasi kurikulum cenderung menyajikan bahan pelajaran yang bersumber dari kebudayaan dan informasi. Tidak hanya lingkup materi pelajaran saja yang harus diperhatikan, tetapi bagaimana urutan (sequence) bahan tersebut harus disajikan dalam kurikulum.
  2. Kontinuitas dalam organisasi kurikulum perlu diperhatikan, terutama yang berkaitan dengan substansi bahan pelajaran untuk siswa, jangan sampai terjadi pengulangan atau loncatan-loncatan yang tidak jelas tingkat kesukarannya.
  3. Keseimbangan bahan pelajaran juga perlu diperhatikan. Ada dua aspek yang selalu diperhatikan dalam keseimbangan pada organisasi kurikulum :

a) keseimbangan dalam substansi bahan atau isi kurikulum

b) keseimbangan yang berkaitan dengan cara atau proses belajar. Selain itu aspek lain seperti estetika, intelektual, moral, sosial-emosional, personal, religius, seni-apresiasi dan kinestik juga harus terakomodasi dalam isi kurikulum.

  1. Alokasi waktu yang dibutuhkan dalam kurikulum harus menjadi bahan pertimbangan dalam organisasi kurikulum.

Menurut Nana Syaodih S. (2001), salah satu prinsip dasar dalam pengembangan kurikulum adalah fleksibilitas, yaitu kelenturan kurikulum dalam melayani perbedaan kemampuan, minat, dan kebutuhan peserta didik dan pengguna. Fleksibilitas ini dilakukan melalui program-program pilihan seperti di perguruan tinggi berupa program studi, program minor, konsentrasi, sementara di SMA/SMK ada pilihan jurusan dan bidang keahlian, selain pilihan kegiatan ekstrakurikuler.

Selain pengorganisasian kurikulum berkenaan dengan penjurusan atau pilihan program studi, juga ada pengorganisasian yang berkenaan dengan isi kurikulum atau bahan ajaran, yaitu yang dikelompokkan berdasarkan  mata pelajaran  atau yang biasa disebut separated subject curriculum. Secara umum ada dua bentuk organisasi kurikulum :

  1. 1.    Kurikulum Berdasarkan Mata Pelajaran (Subject Curriculum)
  2. a.    Mata Pelajaran yang Terpisah-pisah (separated subject curriculum)

Separated subject curriculum bertujuan agar generasi muda mengenal hasil-hasil kebudayaan dan pengetahuan umat manusia yang telah dikumpulkan selama berabad-abad agar mereka tak perlu mencari dan menemukan kembali apa yang telah diperoleh generasi terdahulu (S. Nasution, 1986).

Secara fungsional bentuk kurikulum ini memiliki kelebihan dan kekurangan, diantaranya :

  • Ø Kelebihan separated subject curriculum :

a)    Bahan pelajaran disusun secara logis, sistematis, sederhana dan mudah dipelajari.

b)   Mudah diubah dan dikembangkan.

c)    Bentuk kurikulum ini mudah dipola, dibentuk, didesain, bahkan mudah untuk diperluas dan dipersempit sehingga mudah disesuaikan dengan waktu yang ada.

  • Ø Kekurangan separated subject curriculum :

a)    Bahan pelajaran diberikan dan dipelajari secara terpisah-pisah, yang menggambarkan tidak adanya hubungan materi satu dengan lainnya.

b)   Bahan pelajaran yang diberikan tidak bersifat aktual.

c)    Proses belajar lebih mengutamakan guru aktif dan siswa pasif.

d)   Tidak berdasarkan pada aspek permasalahan sosial yang dihadapi .

e)   Bahan pelajaran merupakan informasi maupun pengetahuan dari masa lalu yang terlepas dengan kejadian masa sekarang dan yang akan datang.

f)     Proses dan bahan pelajaran sangat kurang memperhatikan bakat, minat dan kebutuhan siswa.

  1. b.    Mata Pelajaran Gabungan (Correlated Curriculum)

Korelasi kurikulum atau sering disebut broad field adalah penyatuan beberapa mata pelajaran yang sejenis, seperti IPA (yang didalamnya ada fisika, kimia, dan biologi) dan IPS (yang didalamnya ada geografi, ekonomi dan akuntansi, sejarah, sosiologi). Korelasi kurikulum merupakan penggabungan dari mata pelajaran yang sejenis secara insidental. Dari bahan kurikulum yang terlepas-lepas beruaha disatukan dengan bahan kurikulum atau mata pelajaran yang sejenis sehingga dapat memperkaya wawasan siswa dari berbagai disiplin ilmu.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam pola kurikulum ini, antara lain :

  • Ø Kelebihan Correlated Curriculum :

a)    Bahan bersifat korelasi walau sebatas beberapa mata pelajaran.

b)   Memberikan wawasan yang lebih luas dalam lingkup satu bidang studi.

c)    Menambah minat siswa berdasarkan korelasi mata pelajaran sejenis.

  • Ø Kekurangan Correlated Curriculum :

a)    Bahan pelajaran yang diberikan kurang sistematis serta kurang begitu mendalam.

b)   Kurang menggunakan bahan pelajaran yang aktual.

c)    Apabila prinsip penggabungan belum dipahami, kemungkinan bahan pelajaran yang disampaikan masih terlampau abstrak.

Dalam korelasi kurikulum masih memungkinkan guru agar dapat menyampaikan materi atau membimbing siswa untuk mempelajari bahan pelajaran secara utuh (dalam lingkup broad field) dan dapat meningkatkan daya tarik siswa terhadap mata pelajaran tersebut.

2.  Kurikulum Terpadu (Integrated Curriculum)

Kurikulum ini cenderung lebih memandang bahwa dalam suatu pokok bahasan harus integrated atau terpadu secara menyeluruh. Bahan pelajaran selalu actual sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat maupun siswa bagi individu yang utuh sehingga bahan pelajaran yang dipelajari selalu sesuai dengan bakat, minat, dan potensi siswa. Dalam kurikulum ini guru dituntut untuk memiliki kemampuan mengimplementasikan berbagai setrategi belajar mengajar yang sesuai dengan karakteristik kurikulum tersebut.

Bahan pelajaran yang dipelajari siswa dirumuskan dalam pokok bahasan berupa topic atau pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk menyelesaikan permasalahan yang diajukan. Proses pembelajaran lebih bersifat fleksibel.

  • Ø Kekurangan bentuk kurikulum ini :
  1. Menimbulkan keberatan pada tes seleksi masuk yang uniform
  2. Tidak memiliki urutan yang logis dan sistematis
  3. Perlu waktu banyak dan variasi sesuai dengan kebutuhan siswa
  4. Guru belum memiliki kemampuan untuk menerapkan kurikulum ini
  5. Masyarakat, orang tua, dan siswa belum terbiasa dengan kurikulum ini
  • Ø Kelebihan bentuk kurikulum ini :
  1. Mempelajari bahan pelajaran melalui problem solving
  2. Memberikan siswa kesempatan untuk mengembangkan bakat maupun minat
  3. Memberikan siswa kesempatan untuk memecahkan masalah secara komprehensif dan kooperatif
  4. Mempraktekkan nilai demokrasi dalam pelajaran
  5. Memberikan siswa kesempatan untuk belajar maksimal berdasarkan pengalaman langsung

Penilaian yang dikembangkan dalam kurikulum ini cenderung lebih komprehensif dan terpadu, yaitu penilaian dilakukan secara utuh terhadap kemampuan siswa selama proses dan setelah pembelajaran selesai (hasil).

Dalam kurikulum terpadu memiliki bagian bagian yaitu:

  1. a.    Kurikulum Inti (Core Curriculum)

Kurikulum inti merupakan bagian dari kurikulum terpadu sebagai kurikulum umum, tetapi substansinya bersifat problema, pribadi, social, dan pengalaman yang terpadu. Kurikulum ini selalu menggunakan bahan – bahan dari berbagai mata pelajaran guna menjawab atau menyelesaikan permasalahan yang dihadapi atau dipelajari siswa. Topic – topic yang diangkat dalam kurikulum ini selalu berkaitan dengan beberapa disiplin ilmu dan lingkungan, misalnya :

  • Penanggulangan bahaya banjir dengan kehidupan manusia
  • Memahami fungsi otak manusia
  • Membiasakan penngunaan media pembelajaran
  1. b.     Social Functions dan Presistent Situations

Social Functions merupakan bagian dari kurikulum terpadu, kurikulum ini didasarkan atas analisis kegiatan manusia dalam masyarakat. Dalam Social Functions ini dapat diangkat berbagai kegiatan manusia yang dapat dijadikan sebagai topic pembelajaran sehingga Social Functions harus bersifat dinamis.

Sebagai modifikasi dari Social Functions adalah Presistent Life Situation. Dalam Presistent Life Situation karakteristiknya adalah situasi yang diangkat senatiasa yang dihadapi manusia dalam hidupnya. Secara umum ada tiga kelompok situasi yang akan dihadapi manusia :

  1. Situasi mengenai perkembangan individu manusia
  2. Situasi untuk perkembangan partisipasi social
  3. Situasi untuk perkembangan kemempuan menghadapi factor ekonomi dan daya lingkungan
  1. c.     Experience atau Activity Curriculum

Experience curriculum sering disebut juga dengan activity curriculum. Kurikulum ini cenderung mengutamakan kegiatan-kegitan atau pengalaman siswa dalam rangka membentuk kemampuan yang terintegritas dengan lingkungan maupun dengan potensi siswa.

Salah satu karakteristik kurikulum ini adalah untuk memberikan pendidikan keterampilan atau kejuruan, tetapi di dalamnya tercakup pengembangan kemampuan intelektual dan akademik yang berkaitan dengan aspek keterampilan atau kejuruan tersebut.

Kurikulum terpadu dipelopori oleh John Dewey dengan konsepnya Learning by doing dan problem based learning, inti dari konsep ini bahwa pembelajaran harus dimulai dari pembahasan suatu topik atau permasalahan yang diselesaikan secara terpadu dari berbagai disiplin ilmu maupun faktor lingkungan.

Empat tipe pembelajaran proyek yang dapat dikembangkan dalam activity curriculm di antaranya sebagai berikut ;

  1. 1.    Construction on creative project

Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan ide-ide atau merealisasikan suatu ide dalam suatu bentuk tertentu.

Contoh: membuat payung, membuat as dengan mode tertentu, menulis gagasan atau surat atau menciptakan permainan.

  1. 2.    Appreciation on enjoyment project

Pembelajaran ini bertujuan menikmati pengalaman-pengalaman dalam bentuk apresiasi atau estesis (estetika).

Contoh: menyaksikan permainan drama, mendengarkan musik, menghayati gambar hasil seni atau mendengarkan cerita.

  1. 3.    The problem project

Pembelajaran ini bertujuan untuk memecahkan masalah yang bersifat intelektual, tetapi ada substansi terdapat keterampilannya (vokasional).

Contoh:bagaimana penanggulangan penyebaran flu burung?. Permasalahan tersebut memerlukan jawaban yang bersifat intelektual, tetapi tidak menutup kemungkinan dibahas tentang bagaimana cara membersihkan kandang unggas dengan cara simulasi.

  1. 4.    The drill or specificproject

Pembelajaran ini bertujuan untuk memperoleh beberapa item atau tingkat keterampiilan.

Contoh: bagaimana mengoprasikan kamera digital, bagaimana cara menulis makalah yang benar, dan sebagainya.

Keuntungan yang akan dirasakan dalam pembelajaran activity curriculm, diantaranya adalah:

  1. Siswa akan berpartisipasi sepenuhnya dalam situasi belajar karena siswa akan mengalami dan akan melaksanakan secara langsung berbagai kegiatan yang telah direncanakan.
  2. Pembelajaran ini akan menerapkan berbagai prinsip-prinsip belajar yang dapat mengoptimalkan kemampuan siswa dalam pembelajaran.
  3. Mengandung aspek estetika, intelektual, vokasional dan kreativitas siswa.

Pembelajaran unit merupakan pengalaman belajar yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya yang berpusat pada sebuah pokok atau permasalahan.

Dua jenis sumber pembelajaran unit:

  1. Berpusat pada bahan pelajaran (subject matter), artinya topik atau permasalahan diambil atau diangkat dari topic-topik mata pelajaran.
  2.  Berpusat pada pengalaman (experience atau situation), artinya topik permasalahan diangkat dari situasi lingkungan masyarakat yang dipadukan dengan kebutuhan atau tantangan yang dimiliki oleh siswa.

Perbedaan dua jenis sumber pelajaran ketika diterapkan antara lain:

No

Aspek

Bahan Pelajaran/Subject Contered Unit

Pengalaman/Situation Centered Unit

1 Sumber Kurikulum -konsep kesatuan sbg karakteristik dari isi mata pelajaran

-bersumber dari bidang mata pelajaran yang tersusun

-konsep kesatuan sebagai keterpaduan/ integritas siwa dalam lingkungannya secara menyeluruh

-bersumber dari kebutuhan siswa berdasarkan kemampuan potensi siswa

-berdasarkan aktivitas guru dan siswa

2 Tujuan Pembelajaran -sering kali bukan berdasarkan kebutuhan siswa maupun tuntunan masyarakat

-bersifat umum yang seragam untuk semua siswa

-Tuntutan lebih luas dan komprehensif untuk memenuhi kebutuhan siswa, lingkungan dan pemebentukan kompetensi

-bersifat individual, tetapi memerhatikan aspek kelompok

3 Bentuk Organisasi -bahan disusun secara logis berdasarkan dari bentuk sederhana ke kompleks

-berpusat pada hal hal yang sudah ada atau yang sedang terjadi dengan referensi masa sekarang dan masa yang akan datang

-bentuk organisasi lebih bersifat seragam untuk semua siswa

-pengorganisasian berdasarkan hari ini/sekarang, tidak meninggalkan pengalaman masa lalu untuk membantu menyelesaikan masalah disamping memprediksi masa yang akan datang

-pengorganisasian secara fleksibel yang dikembangkan untuk individual, kelompok

-bentuk perencanaan secara terperinci, fleksibel yang diorientasi pada pembentukan integritas

-menggunakan pendekatan konstruktivitas

4 Implementasi -menitikberatkan pada aktivitas guru saja

-menekankan pada pembelajaran hafalan tidak berlandaskan teori belajar gestalt

-sangat formal dan kaku terhadap pengembangan kegiatan

-menitikberatkan pada partisipasi dan tanggung jawab murid

-belajar secara fungsional dengan menggunakan pendekatan analitis

-menggunakan berbagai prinsip belajar modern

-mengembangkan aspek ilmiah, kreativitas dan totalitas

-menggunakan teori belajar Gestalt

5 Evaluasi -bentuk evaluasi sempit dan lebih periodik

-tidak memerhatikn aspek individual siswa

-penilaian lebih komprehensif dan terpadu dengan menggunakan teknik dan prosedur evaluasi yang andal

BAB 3

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

 

  1. Bentuk bentuk kurikulum berdasarkan mata pelajaran meliputi:

-mata pelajaran yang terpisah pisah

-mata pelajaran gabungan

  1. Kelebihan dan kekurangan kurikulum mata pelajaran yang terpisah pisah adalah materi pelajaran tersampaikan dengan integral dan sistematis tetapi sulit menghubungkan materi pelajaran dengan kondisi lapangan atau tidak sesuai dengan konteks sosial yang ada serta berpusat pada guru bukan murid.

Kelebihan dan kekurangan kurikulum mata pelajaran gabungan adalah wawasan lebih luas dalam satu bidang studi dan menambah minat siswa tetapi bahan pelajarannya kurang sistematis dan kurang mendalam.

  1. Kurikulum Terpadu memiliki bagian bagian meliputi:

-Kurikulum inti

-Social Functions dan Persistent Situations

-Eksperience atau Activity Curriculum

Pustaka

 

Rusman; 2009; Manajemen Kurikulum; Jakarta; PT Raja Grafindo Persada

http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/organisasi-kurikulum.html

http://rifalnurkholiq.blogspot.com/2012/10/organisasi-kurikulum.html

About weningrosindri

Mahasiswa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s